![]() |
|
||||
1. Faktor- faktor Lingkungan Biotik
Faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan dalam pembangunan hutan adalah manusia, hewan dan tumbuhan. Hubungan-hubungan utama yang terdapat pada faktor-faktor biotik ini adalah sebagai :
Persaingan
Di antara pohon dalam tegakan terdapat perjuangan untuk hidup, persaingan akan cahaya dan ruang tumbuh di atas lantai hutan, dan persaingan akan ruang tumbuh, air, tanah dan hara-hara mineral di bawah lantai hutan. Komposisi dari hutan-hutan campuran sebagian ditemukan oleh keagresifan relatif dari spesies yang dominan. Pada umumnya kebanyakan spesies pohon-pohon tidak terlalu menuntut tanah yang baik selama mereka tidak mempunyai saingan-saingan.
Interrelasi di antara tumbuh-tumbuhan
Interrelasi antara tumbuh-tumbuhan dapat dimulai dari parasitisme sampai kepada saling ketergantungan. Penting bagi kehutanan di mana pohon-pohon hutan merupakan tumbuhan inang bagi parasit, di sini satu spesies memberikan kepada spesies lain zat-zat makanan kepada spesies lain dengan mengorbankan bagian-bagian tubuhnya.
Berlawanan dengan parasitisme kadang-kadang dalam hutan ada hubungan timbal balik yang saling menguntungkan di antara tumbuh-tumbuhan. Hal ini dikenal dengan istilah mutualisme. Di Kehutanan hubungan yang bersifat mutualisme ini adalah Mikoriza yang merupakan hubungan mutualisme di mana akar-akar pohon berasosiasi secara erat dengan jaringan cendawan endotropik.
Efek dari hewan-hewan
Adanya kehidupan hewan-hewan di dalam hutan seringkali menjadi sangat penting dalam praktek kehutanan. Interrelasi parasitisme sampai kepada hubungan yang saling menguntungkan juga terjadi antara hewan dan tumbuh-tumbuhan di dalam hutan. Baik dari yang konstruktif yang bersifat membangun sampai ke yang destruktif (bersifat merusak). Hewan-hewan ada yang bersifat membantu penyebaran biji tetapi ada juga yang memakan biji dan merusak anakan atau permudaan.
Campur Tangan manusia
Dari semua faktor manusia yang paling besar peranannya dalam menyebabkan atau menghilangkan keseimbangan alami dalam hutan, dengan jalan :
2. Faktor-faktor Lingkungan Abiotik
Faktor-faktor lingkungan abiotik yang berpengaruh terhadap pembangunan hutan yaitu :
Radiasi matahari
Sumber energi utama bagi tumbuh-tumbuhan hijau adalah radiasi matahari, yang diabsorbsi oleh tumbuh-tumbuhan secara langsung sebagai panas dan juga dirubah oleh tumbuh-tumbuhan tersebut menjadi energi kimiawi. Energi matahari mencapai permukaan bumi sebagai gelombang-gelombang elektromagnetis. Bagian dari energi radiasi matahari yang dapat dilihat oleh mata manusia dinamakan cahaya.
Pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan tanaman tergantung pada intensitas cahaya, kualitas dan panjang gelombangnya, lamanya serta periodisitasnya. Variasi dalam salah satu dari sifat-sifat ini dapat merubah kuantitas dan kualitas pertumbuhan. Lamanya penyinaran atau photoperiod mempengaruhi vegetatif dan pembungaan dan panjang gelombang mempengaruhi proses-proses lainnya disamping terhadap intensitas.
Temperatur
Pada umunya pertumbuhan meningkat kalau temperatur naik dan menurun apabila temperatur turun Namun kecepatan tumbuh ini tidak terus menerus bertambah dengan naiknya temperatur, oleh karena pada suatu saat timbullah efek-efek membahayakan dan kecepatan tumbuh menurun.
Kerusakan karena temperatur tinggi dapat disebabkan oleh kekeringan dan respirasi yang amat tinggi, sehingga konsumsi bahan makanan akan melebihi produksi oleh fotosintesis. Temperatur mempengaruhi pertumbuhan karena efeknya terhadap semua aktivitas metabolisme seperti digesti, translokasi, respirasi dan pembangunan protoplas serta bahan dinding sel.
Keadaan Tanah
Fungsi tanah sebagai medium pertumbuhan tanaman dapat dibedakan sebagai berikut :
Dalam pembangunan dan pengelolaan hutan atau dalam praktek silvikultur tanah sering menjadi kendala pokok. Tanah yang memiliki kualitas yang baik seperti kedalaman efektif yang cukup memadai, persediaan air dan hara yang baik, maka pilihan silvikultur makin bertambah dan bervariasi seperi pemilihan jenis dan sebagainya.
Tanah pada areal hutan akan bervariasi sebanyak faktor-faktor pokok yang mempengaruhi pembentukannya. Faktor-faktor independen dalam pembentukan tanah adalah bahan induk, iklim, topografi, organisme hidup dan waktu. Kepentingan tanah dalam silvikultur berasal dari tiga fungsinya dalam pertumbuhan pohon : hara mineral, suplai kelembaban dan sokongan secara fisik. Sifat-sifat tanah yang mempengaruhi pertumbuhan pohon dapat dikategorikan ke dalam sifat-sifat fisik dan sifat-sifat kimia, di mana sifat-sifat fisik dan kimia keduanya saling menunjang dalam memberikan pengaruh bagi pertumbuhan pohon.
Air
Kepentingan air dalam sistem tanah-tumbuhan-atmosfir tidak dapat diabaikan, karena ketersediaan air, pada daerah yang kekeringan di musim panas, merupakan faktor yang terpenting di antara semua faktor yang mengontrol ketahanan hidup hidup dan distribusi vegetasi. Rumah tangga air tumbuhan konsekuensinya merupakan pertimbangan utama pada perkembangan atau penerapan perlakuan silvikultur. Secara fisiologis air penting sebagai pembentuk utama protoplasma dan cairan vakuola sebagai pelarut gas dan bahan larutan, untuk mengangkut mineral, dan menjaga turgiditas. Turgor penuh, yaitu pemeliharaan turgiditas, adalah penting untuk pemanjangan dan pertumbuhan sel, memelihara bentuk tumbuhan, pembukaan stomata, dan gerakan tumbuhan seperti pada daun dan mahkota bunga.
Hampir semua air yang digunakan tumbuhan diambil oleh sistem perakaran. Beberapa bagian dapat terambil langsung dari atmosfir oleh daun, dan hal ini mungkin penting pada tumbuhan di daerah arid yang terjadi pengembunan. Namun, kepentingan kelembaban atmosfer tampak terletak lebih pada penurunan stres evapotranspirasi daripada persediaan air untuk tumbuhan.
Faktor Fisiografis
Fisiografis mempunyai suatu efek tidak langsung yang penting artinya terhadap lingkungan hutan, terutama karena pengaruhnya terhadap faktor-faktor klimatis dan faktor-faktor tanah. Penyebaran dan adanya hutan-hutan sebagian besar ditentukan oleh faktor-faktor klimatis, edafis dan fisiografis. Faktor-faktor klimatis dan edafis banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor fisiografis yang efeknya tidak langsung seperti konfigurasi bumi, ketinggian, lereng adan permukaan tanah. Iklim setempat atau iklim mikro, berlawanan dengan iklim umum untuk mempelajari tanah dalam hubungannya dengan vegetasi hutan adalah perlu untuk memperhatikan tidak hanya faktor-faktor langsung namun juga faktor-faktor yang tidak langsung terutama mempengaruhi zat-zat hara, air tanah dan temperatur tanah.
Fisiografis telah dikenal sebagai sebab yang tidak langsung yang menyebabkan perubahan-perubahan vegetasi. Banyak dari faktor-faktor tempat tumbuh dan terutama faktor-faktor tanah, dalam hal ini lama dan intensitas pembentukan tanah disebabkan oleh sifat fisiografis.
Fisiografis pada suatu darah iklim, melalui efeknya terhadap iklim setempat dan tanah, meyebabkan perkembangan berbagai jenis masyarakat tumbuh-tumbuhan di mana masing-masing mempunyai bentu yang sedikit banyak berbeda, seperti yang dapat terlihat pada hutan-hutan rawa, hutan-hutan bukit pasir, hutan tepi sungai dan sebagainya.
Photosynthesis is the process by which plants make food. The word photosynthesis means putting together with light. In green plants, sunlight captured by chlorophyll enables carbon dioxide from the air to unite with water and minerals from the soil and create food. This process also releases oxygen into the air. People and animals must have this oxygen to breathe. Most photosynthesis takes place in small bodies called chloroplasts within the cells of plant leaves. These chloroplasts contain chlorophyll, which absorbs sunlight. Energy from the sun splits water molecules into hydrogen and oxygen. The hydrogen joins with carbon from the carbon dioxide to produce sugar. The sugar helps a plant make the fat, protein, starch, vitamins, and other materials that it needs to survive. See PHOTOSYNTHESIS. Some plants, called parasites and saprophytes, have little or no chlorophyll and cannot produce their own food through photosynthesis. These plants must rely on outside sources for food. Parasites attach to living plants and take the nutrients they need from these plants. Saprophytes grow on dead and decaying organisms, or use organic substances produced by living organisms for food. Mistletoe and dodder are common parasites found in many parts of the world. Mistletoe grows on the trunks and branches of many trees. It is called a partial parasite because it also makes some of its own food. Indian pipe is a saprophyte that grows near fungi. It uses organic materials produced by fungi for food. A plant called giant rafflesia is a parasite that grows on the roots and stems of other plants. It bears the largest flower of any known plant. Rafflesia flowers may grow over 3 feet (91 centimeters) wide. Respiration breaks down food and releases energy for a plant. The plant uses the energy for growth, reproduction, and repair. Respiration involves the breakdown of sugar. Some of the products resulting from this breakdown combine with oxygen, releasing carbon dioxide, energy, and water. Unlike photosynthesis, which takes place only during daylight, respiration goes on day and night throughout the life of a plant. Respiration increases rapidly with the spring growth of buds and leaves, and it decreases as winter approaches. Factors affecting plant growth. A plant's growth is shaped by both its heredity and its environment. A plant's heredity, for example, determines such characteristics as a flower's color and general size. These hereditary factors are passed on from generation to generation. Environmental factors include sunlight, climate, and soil condition. Hereditary factors. Within the nucleus of all plant cells are tiny bodies called chromosomes that contain hereditary units called genes. These bodies contain "instructions" that direct the growth of the plant. As the cells divide and multiply, the "instructions" are passed on to each new cell. See CELL; HEREDITY. Substances made within a plant also play a part in regulating plant growth. These substances, called hormones, control such activities as the growing of roots and the production of flowers and fruit. Botanists do not know exactly how all plant hormones work. But they have learned that certain hormones, called auxins, affect the growth of buds, leaves, roots, and stems. Other growth hormones, called gibberellins, make plants grow larger, cause blossoming, and speed seed germination. Still other hormones called cytokinins make plant cells divide. Environmental factors. All plants need light, a suitable climate, and an ample supply of water and minerals from the soil. But some species grow best in the sun, and others thrive in the shade. Plants also differ in the amount of water they require and in the temperatures they can survive. Such environmental factors affect the rate of growth, the size, and the reproduction of all plants. The growth of plants also is affected by the length of the periods of light and dark they receive. Some plants, including lettuce and spinach, bloom only when the photoperiod (period of daylight) is long. Such plants are called long-day plants. On the other hand, asters, chrysanthemums, and poinsettias are short-day plants. They bloom only when the dark period is long. Still other plants, among them marigolds and tomatoes, are not affected by the length of the photoperiod. They are called day-neutral plants. Plants also are affected in other ways by their environment. For example, a plant may display a bending movement called a tropism. In a tropism, an outside stimulus (force) causes a plant to bend in one direction. A plant may have either a positive or a negative tropism, depending on whether the plant bends toward or away from the stimulus. Tropisms are named according to the stimuli that cause them. Phototropism is bending caused by light, geotropism is caused by gravity, and hydrotropism is caused by water. A plant placed in a window exhibits positive phototropism when its stems and leaves grow toward the source of light. Roots, on the other hand, display negative phototropism and grow away from light. However, roots demonstrate positive geotropism. Even if a seed or bulb is planted upside down, its roots grow downward-toward the source of gravity. The stem of the same bulb shows negative geotropism by growing upward-away from the source of gravity. Hydrotropism occurs chiefly in roots and is almost always positive. See TROPISM. Some plants are affected by being touched. When the sensitive plant, Mimosa pudica, is touched, its leaflets quickly fold and its branches fall against its stem. A change in pressure within certain cells of the plant causes this action. After the stimulus has been removed, the plant's branches and leaflets return to their original position.